/ 201704

Cerita Traveling

Iklan Visit Indonesia yang ini bagus banget, menggugah orang buat makin explore Negara Indonesia ini. Habis nonton ini makin nggak pernah sabar buat nunggu waktu-waktu dimana bisa kembali ke alam, menikmati tiap detik perjalanan, naik bus ke luar kota, terombang-ambing diatas kapal, menyetir mobil sewaan menuju tempat baru dan bareng temen-temen yang seru. Mengabadikan tiap tempat yang didatangi dalam 1-2 jepretan foto. Tidur santai di atas hammock yang sudah terpasang dibawah rindangnya pohon-pohon yang tinggi melindungi orang-orang dibawah dari matahari.

Untuk tiap langkah menembus hutan, berjalan dari pos 1 ke pos berikutnya sebelum mencapai puncak. Untuk tiap nafas yang dihirup bercampur aroma teh panas sambil duduk melingkar dengan yang lain di malam purnama total dibawah jutaan bintang. Untuk tiap canda gurau bercandaan receh nggak penting yang menghangatkan suasana dalam tenda. Melihat matahari yang tenggelam dibalik khatulistiwa dengan pantai dan lautnya yang bersih, sampai terbit kembali dari balik bukit jauh disana yang terlihat dari puncak Rinjani. Ada tetes keringat yang berjatuhan saat perlu mendaki dimana tiap langkah lutut ini bisa bertemu dengan dagu. Ada kaki yang kapalan karena salah pakai sepatu. Ada dorongan motivasi ketika niat buat melanjutkan ke puncak sudah mulai hilang. Tiap 1 langkah kedepan tapi seperti mundur 3 langkah karena kaki akan selalu terperosot diatas bebatuan kecil-kecil, dan rasa haru setelah total 1 hari berjalan akhirnya sampai di puncak. Dengan kaki pincang dan bantuan yang tiba-tiba datang saat teman-teman sudah didepan semua, tepat setelah doa Rosario selesai, yang masih misteri sampai sekarang kalau nggak ada bantuan itu pasti sampai di pos berikutnya lewat magrib, dan..mungkin..ending ceritanya akan lain lagi karena sepanjang perjalanan itu memang di kelilingi kuburan-kuburan tua. Suara gamelan yang terdengar sayup-sayup, dan cerita dari porter bahwa itu tanda pemilik gunung sedang punya acara sendiri. Kabut yang mulai datang menutupi danau besar di depan dan suasana mendadak seperti lagi main Silent Hill. Hawa dingin di pagi hari dan air-air yang menempel di sudut-sudut tenda bagian luar. Awan-awan lucu yang menggumpal berjejeran yang terlihat bergerak pelan dan berada dibawah kaki ini berdiri. Spaghetti yang dimasak dengan irisan ham di panci kecil diatas nesting yang dinyalakan didalam tenda. Beng-beng di kantong celana kanan dan kiri. Choki-choki di kantung jaket. Air 2.5 Liter kali 3 botol yang memberi beban di punggung. Dan bendera Indonesia yang dibentangkan diatas sana, dipegang 40 orang lebih sambil melantunkan Indonesia Raya. Papan-papan kecil yang tertulis nama gunung dengan ketinggiannya.

Melewati rawa-rawa jam 2 pagi dan tiba-tiba setengah lutut terhisap. Sewa motor mengarungi pantai tiap pantai yang ada di pulau itu, dan ketika malam sepanjang jalan berubah menjadi tempat=tempat om-om senang yang tinggal memilih gadis-gadis yang sudah berdiri cantik sepanjang jalan. Cari tas gunung yang harus Deuter, puter-puter kota dan pas sampai ternyata tempatnya sudah buyar dan berubah jadi tempat game online. Cari rumah kayu masuk plosok-plosok dan ketika sampai malah pintunya di gembok. Melewati medan berat pegangan pinggir tebing dengan jurang persis dibawahnya. Terbangun malam hari karena melihat 30 orang lebih nekat jalan masuk Sempu setelah magrib, yang harusnya normal 3 jam sampai menjadi 8 jam. Porter menggendong anak kecil dengan luka-luka dengan cerita selama perjalanan anak itu selalu nangis tiap melihat sesuatu yang besar dan menyeramkan. Terumbu karang besar sekali persis dibawah kaki saat snorkling, sayang casing go pro harus pecah tepat di hari H. 8 jam pemeriksaan di imigrasi, persis di tempat dengan meja kayu panjang 2 kursi dan kaca besar memenuhi satu sisi ruangan dan officer nya yang selalu meyakinkan gw bahwa semua akan baik-baik saja. Berdoa ingin lihat salju turun dan tiba-tiba dijawab 5 menit setelahnya didalam badai besar dan angin kencang sebagai bonusnya.

Tiap perjalanan pasti punya kenangan, nggak penting sudah bisa mencapai tempat A,B,C,D dll karena kenangan bukan hanya tentang berapa banyak tempat yang sudah dicapai, tapi yang paling penting yaitu kenangan bagaimana mencapai tempat itu dan dengan siapa kenangan itu bisa terus diingat :)