Hai 2019. Selamat tahun baru teman-teman. Post pertama tahun ini, gw buka dengan topik yang memang masuk dalam dunia sehari-hari gw pribadi, yaitu IT. Semua tulisan ini hanya opini,  bisa saja anda setuju atau tidak setuju, tetap tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, masing-masing pilihan punya kelebihan dan kekurangannya.

Bagi kalian yang masih duduk di bangku sekolah, terutama yang masih SMA, lalu merasa senang atau tertarik dengan IT pasti ada keinginan untuk mengambil jurusan S1 Teknik Informatika. Yup, jurusan ini memang sedang hot-hot nya di bursa lowongan pekerjaan, didukung dengan startup yang sangat menjamur di Jakarta, kebutuhan tenaga kerja IT sangatlah tinggi, tidak heran turnover orang-orang di bidang ini cukup tinggi. 1-2 tahun kerja atau bahkan dalam hitungan bulanan bisa saja mereka sudah pindah lagi ke tempat lain.

Menurut gw pribadi tidak ada yang salah, jaman sekarang berbeda dengan jaman dahulu dimana dahulu loyalitas lebih tinggi karena pilihan ragam perusahaan lebih sedikit dibanding saat ini. Nama besar perusahaan dahulu lebih diagungkan dibanding begitu banyak startup yang baru muncul di 5 tahun kebelakang ini. Birokrasi dan aturan di perusahaan besar terasa dipatahkan dengan keleluasaan bekerja di startup, mengenal full time remote, kerja dari mana saja, baju bebas, fleksibelitas jam masuk dan jam pulang, dan banyak hal yang tidak terbentur dengan aturan baku.

Startup yang terus menjamur, mulai menawarkan salary yang juga diatas rata-rata dan dalam tanda kutip, merusak pasaran salary. Fresh graduate bisa diberi salary 7 bahkan sampai 12 juta per bulan. Senior 2 - 5 tahun bisa mencapai 15 bahkan 20-30an juta per bulan di Jakarta. Perusahaan besar yang bisnis utamanya bukan IT pun mulai makin menghargai profesi ini dengan menawarkan salary dan benefit yang semakin baik sembari mentransformasikan bisnisnya dengan memasukkan perkembangan teknologi didalamnya. IT mulai dirasa penting dan menjadi katalis utama dalam memajukan bisnis perusahaan.

Salary sudah ok, pilihan perusahaan sangat banyak, maka kebutuhan tenaga IT semakin tinggi. Kampus-kampus mulai semakin banyak menjaring mahasiswa TI, salah satu kampus swasta di Jakarta pun bisa mengambil lebih dari 1200 mahasiswa/i untuk 1 jurusan Teknik Informatika saja. Bayangkan itu baru 1 jurusan dan 1 universitas, dan disaat kelulusan nanti jumlah itulah yang menjadi pesaing. Begitu banyak orang yang direkrut, akhirnya persaingan hard skill menjadi sangat tinggi. Lulusannya begitu banyak, banyak yang terserap, namun yang tidak terserap pun jauh lebih banyak lagi. Persaingannya sangat tinggi.

Kita bicara programmer saja ya, karena kalau bicara profesi lain di IT lingkupnya sangatlah besar. Mencari programmer yang 'benar' sangatlah susah saat ini, 'benar' ini berarti memiliki skill pemrograman baik, memiliki kemampuan logika baik, penulisan coding yang clean, tidak redundan, rapi, sampai ke soft skill , personality orangnya juga harus baik. Karena kebutuhan industri ini sangatlah practical, maka ijazah kuliah menurut gw pribadi, tidak menjadi tolak ukur utama untuk menerima kandidat untuk dapat bekerja.

Selama perkuliahan, memang diajarkan konsep, dan teori-teori yang juga penting untuk karir nanti, namun dalam industri, dibutuhkan orang-orang yang memang praktikal tahu dan menguasai bahasa pemrograman yang dibutuhkan. Hal ini yang jika diharapkan hanya dari perkuliahan saja sangatlah kurang, dibutuhkan 1 tambahan lagi, yaitu jam terbang. Belajar coding itu selalu berkaitan erat dengan pengalaman, semakin sering coding, semakin terasahlah skillnya. Maka jika yang dibutuhkan programmer yang memang day-to-day nya ngoding, yang terserap adalah mereka yang punya pengalaman bekerja / riset / belajar sendiri lebih tinggi dibanding mereka yang hanya mengandalkan ijazah S1 IP tinggi.

Maka, untuk meningkatkan hard skill ini, di jaman seperti ini, banyak alternatif yang bisa diambil misalnya beli tutorial online seperti di udemy.com , habisi semua videonya, ikuti baik-baik dan terus ulang sampai kalian benar-benar bisa. Alternatif lain, ikut bootcamp coding 3-4 bulan yang khusus belajar ngoding dan nantinya bisa disalurkan ke industri, contoh bootcamp terbaik di Jakarta contohnya adalah Hacktiv8 / ImpactByte. Sesudah itu, semua tinggal membutuhkan disiplin waktu untuk coding, rajin baca ebook, belajar dan belajar terus bagaimana coding menjadi lebih efektif, dan terus belajar teknologi baru.

Menurut gw, hard skill ini di dunia IT sangat penting, teruslah untuk membiasakan diri mengoprek codingan, belajar..berlatih..evaluasi, teruslah seperti itu, biasakan untuk mendisiplinkan diri dengan setiap hari ngoding.  Salah satu tips awalnya adalah mulailah dengan 1 bahasa untuk terus dipelajar, yang paling populer saat ini adalah javascript yang sudah bisa mendukung full stack dari backend sampai front end. Contoh, memilih node js, lalu ambil training, pelajari benar-benar bagaimana node JS ini memecahkan masalah di backend, bagaimana menggunakan framework yang ada, membuat API yang baik, membuat security yang baik, koneksi ke database,  mengolah file, pelajari dari hal yang paling basic yaitu algoritma yang baik dan benar, terus dan terus berlatih sampai di titik dimana kalian bisa coding dari dokumen kosong sampai benar-benar jadi. Sampai dititik syntax bukan lagi masalah, namun sudah sampai di level mulai mengurus performance coding, keamanannya seperti apa, dan lain-lain.

Hard skill sudah terasah, sudah jago, jangan lupa untuk mengasah soft skill kalian, semakin berjalan waktu di pekerjaan programmer, pasti kalian akan menjadi senior programmer, kemudian akan mulai ada titik dimana kalian sudah mulai berkurang porsi ngoding dan mulai memikirkan requirement business seperti ini butuh planning berapa lama, berapa orang yang dibutuhkan, pembagian tiap sprint seperti apa dan lain-lain. Ilmu manajerial mulai masuk, membangun teamwork, membangun komunikasi baik antar personil menjadi sangatlah penting. Mulai belajar excel, mulai belajar buat timeplan, dan lain-lain.

Kembali lagi ke topik utama, tips memulai karir di dunia IT selalu tidak pernah lepas dari hard skill masing-masing orang. IP tinggi  tidak pernah jadi jaminan di dunia IT ini kalian dapat survive, harus ada passion tinggi dan rasa untuk terus belajar, siap-siaplah apa yang kalian pelajari saat ini, nantinya bahasa atau tool itu tidak lagi kepakai. Perlu takut ? Tidak, karena yang penting mau bahasa apapun, logikanya selalu sama. Seringlah belajar sendiri/berkelompok, buat aplikasi real, setup semua dari scratch, belajar dan terus belajar, ikut komunitas, perbanyak link.