Selamat Datang di Jogjakarta

Jogjakarta, kota yang sudah memperkenalkan dirinya kepada saya dan teman-teman dalam 1 minggu ini sudah meninggalkan begitu banyak memori dan kesan yang baik. Penduduknya yang ramah dan mudah diajak berbincang seakan kapanpun saya mau mengobrol dengan siapapun yang saya jumpai itu telah menghisap diri saya dan secara tidak sadar saya sudah mengikuti arus kearifan lokal disini; murah senyum, sopan bertutur kata, senang ngobrol, senang diskusi, dan rendah hati. Makanannya pun murah dan enak, kalau tidak sempat cari makan, Go-Food pelariannya, 15 menit setelah order, makanannya sudah ada di depan mata. Jarak antar satu spot ke spot yang lain juga berdekatan yang paling ditempuh hanya dalam waktu 1 jam. Kemacetan pun jauh lebih bersahabat dibanding sang ibu kota. Untuk menghargai dan mengabadikan semua cerita selama saya disini, saya akan menulis series kecil dalam tulisan ini. Setelah riset kecil, pemilihan judul diatas cukup banyak querynya, jadi kalau kalian tiba disini karena hasil googling berarti query saya benar , dan saya ucapkan selamat datang :D selamat membaca.

Peta Lokasi Wisata

Peta lengkapnya sudah dirangkum disini , dari list itu nggak semua bisa kami kunjungi, nah yang bisa kita kunjungi inilah yang akan saya tulis.

Berangkat Dari Senen

Karena ingin menikmati perjalanan alias pingin lebih hemat lagi perginya, kita putuskan naik kereta api Ekonomi Gajahwong IDR 1,079,916 untuk 3 orang pulang-pergi. Berangkat dari Stasiun Senen dan sampai ke Stasiun Lempuyangan. Sepanjang perjalanan kita disuguhkan pemandangan sawah yang indah, dan pas berhenti-berhenti juga banyak stasiun-stasiun yang bagus untuk difoto.

Eksplorasi daerah Selatan

1. Landasan Pacu Depok

Sepintas nggak ada yang special banget dari spot ini, adalah sebuah landasan pesawat udara yang nggak terpakai. Tapi yang menarik, karena landasannya panjang sekali jadi keliatan seperti nggak ada ujungnya. Untuk kesini rasanya lebih baik saat matahari terik sekalian saja, harapannya biar nggak banyak orang yang kesana siang-siang jadi bisa dapat spot foto yang bersih nggak terganggu oleh objek-objek lain sepanjang landasan udara. Kalau untuk urusan hasil fotonya, top banget dan jadi salah satu spot paling saya rekomendasikan untuk dikunjungi.

Menuju kesini juga gampang sekali , cukup ikuti saja arahan google maps dari titik itu, pasti sampai. Secara gambaran, ambil rute ke arah parangtritis, setelah lihat gerbang parangtritis belok kanan, tinggal ikuti jalan sampai masuk ke gerbang pantai Depok, nanti bayar disana dan pas masuk ke spot landasan udara juga bayar lagi, total 25k untuk 1 mobil dan 3 orang.

Kalau sudah kesini, harus foto lompat-lompat, cobain gaya-gaya levitation yang asik-asik, dan terus berdoa biar nggak ada orang lain yang datang :D Disini juga banyak dipakai oleh orang-orang untuk prewed, jadi wajib ya kalau ke Jogja, kesini juga.

2. Pantai Goa Cemara

Untuk menuju kesini, cukup cari di google maps dan ikuti jalannya, pasti akan sampai dengan sendirinya. Jalan menuju ke pantai ini juga bagus, aspalnya bagus banget, dengan berkendara menggunakan mobil juga nggak pernah ada lubang-lubang besar yang mengganggu perjalanan. Sesampai disini langsung parkir sebentar saja lalu ke pantainya. Pasirnya hitam dan ombaknya sangat deras. Dilarang keras berenang disini.

Alokasikan sedikit waktu foto-foto di pantai ini , karena setelah ini ada 1 spot yang wajib banget dicapai yaitu Lorong Cemara . Lokasi tepatnya dimana , nah mesti tanya orang-orang sekitar . Kami juga nyasar pas cari tempatnya, tapi karena sudah googling dan terlalu suka sama foto-foto di tempat itu, kami terus cari dan ketemulah tempatnya. Kira-kira tempatnya kalau dari parkiran belok kanan itu lurus saja nanti jalannya menikung ke kanan, dan pas ketemu angkringan pendopo di sebelah kiri langsung belok kiri, dari belokan itu paling nggak sampai 1 km dan lurus saja sampai ketemulah spot ini. Kira-kira cuma 10 menit dari tempat parkir mobil.

Yang menarik dari spot ini adalah jalanan panjang dengan pagar-pagar di samping kiri dan kanan, dan yang paling kerennya adalah cemara-cemara besar dengan dahan panjang dan besar akan terbentang sepanjang jalan meneduhi kita semua.

3. Gumuk Pasir

Sepertinya tempat ini memang lagi hits banget, waktu itu kami datang untuk sunset disini, tapi ternyata pemilihan waktu sore kesini itu membuat foto-fotonya lebih kayak pasir di pantai dan efek padang pasirnya kurang dapat. Mungkin, rekomendasinya datang pas siang-siang bolong biar cahaya matahari yang terik itu membuat pasir-pasirnya lebih bagus difoto dan terlihat mendekati sebagai sebuah padang pasir. Untuk kesini nggak ada tiket masuk alias gratis dan kalau parkir di tempat yang bukan parkiran alias pinggir-pinggir jalannya, juga nggak ada tukang parkirnya, jadi, gratis juga deh.

Kegiatan disini bisa surfboarding, tapi karena waktu itu kami fokus cari foto jadi nggak sempet main. Kayaknya untuk yg penasaran boleh tuh dicoba juga, harga 150ribu per 2 jam. Nego saja sama abang kalau pingin lebih sebentar mainnya.

Beginilah Gumuk Pasir saat sore hari,

4. Sate Klatak Pak Bari

Ingat sama scene ini ?

Tau dong ini film apa ? Yes , ini AADC 2. Dan salah satu tempat syutingnya mengambil tempat kulineran sate klatak yang sekarang jadi ramai yaitu Sate Klatak Pak Bari. Lokasinya lagi-lagi cukup dicari di google maps dan dia akan menuntunmu ke jalan yang benar. Terima kasih, teknologi!

Disini menu andalannya adalah Sate Klatak, yaitu sate daging kambing muda yang ditusuk dengan jeruji sepeda. ukuran potongan daging kambingnya lebih besar tiga kali dari sate biasa. Nggak heran kalau penyajiannya tiap porsi hanya dua tusuk dan harganya Rp 20.000. Tapi untuk kalian yang mencari kenikmatan kuliner Indonesia. Wajib kesini dan coba satenya, ENAK BANGET! Nanti kalian juga bisa ngobrol sama yang punya, dia cerita dulu pas AADC syuting tempat ini ditutup dari jam 6 sore sampai jam 1 dini hari, lalu di tata ulang. Ohiya meja yang dipakai Rangga dan Cinta juga masih ada loh disitu, kalau difoto dibawah, meja itu lagi dipakai oleh orang berkerudung biru. Sayangnya kalau di AADC 2 kan suasananya masih kuning temaram gitu, pas kita kesana sudah diganti lampu putih sehingga kesan tua dan remang-remangnya jadi kurang dapat. Tapi gapapa, tetep worth it untuk kesini.

Update terbaru - setelah beberapa hari kami kesini, kata orang setempat malah lebih enak sate klatak pak Pong, tempatnya dekat banget dengan pak Bari ini. Kalau Pak Pong jawara sate klatak, dan kalau pak Bari katanya yang enak itu Kicik Tengklengnya.

5. Bukit Bintang

Menuju kesini mengingatkan saya dengan daerah Puncak. Yap, jalanannya mirip, tanjakannya mirip, angkringan warung-warung di pinggirnya mirip, makanannya jajanannya juga mirip, dan fotonya pun mirip , menghadap ke kota Jogjakarta. Sepertinya lokasi ini bisa digunakan sebagai spot terakhir di hari kalian bepergian misalkan memang sudah tidak ada lagi acara lain. Dan seperti inilah rupa kota Jogjakarta di malam hari dilihat dari Bukit Bintang.