Tertarik olahraga yang satu ini ? bernama Squash, olahraga asal Inggris dimana 2 orang atau 4 orang bermain saling memukul bola mengarah ke dinding depan berganti-gantian sampai salah satu pemain tidak bisa membalikkan bola. Kalau kalian belum pernah main, ada nih salah satu tempat oke di Jakarta untuk bermain squash yang bisa kalian coba.

Tennis & Squash Rackets Club 25

Tempat ini berlokasi di titik ini,

Untuk menuju kesini, kalau kalian mengikuti titik ini persis dari jalan rayanya akan ada gerbang hijau yang dijaga satpam, nah tinggal masuk saja dari sana nanti kalian akan masuk ke komplek perumahan, lalu belok kanan lurus mentok dan disanalah lokasinya. Ada parkir mobil yang besar juga, aman.

Karena gw juga pertama kali ya kesana, kesan pertama setelah sampai, tempatnya bagus, ada 4 lapangan tenis dan 2 lapangan squash. Di ruang tunggu juga banyak kursi yang bisa dipakai untuk duduk-duduk santai sambil nunggu teman datang. Untuk fasilitasnya disana ada tempat jual beli minuman biasa lah ya, nah yang bagus itu kamar mandinya, tempatnya besar, dan nyaman sekali.

tempat main squash di jakarta

Untuk bermain squash disini, dikenakan biaya

IDR 125.000 / jam untuk sewa lapangan
IDR  30.000 / raket untuk sewa raketnya
IDR  90.000 / bola untuk beli bola squashnya.

Jadi kalau gw kemarin main ber tiga, sewa 2 raket dan beli 1 bola untuk 1 jam, kami membayar total IDR 275.000 .

Pas kami kesini, di hari sabtu dari jam 11-1 ini 2 lapangan masih kosong, nggak ada pemain lain yang terlihat sudah booking atau main berbarengan dengan kami. Untuk kondisi lapangan squashnya cukup baik, bahan lapisan bawahnya dari kayu masih cukup enak untuk berlari sana sini, untuk tembok di depan ada bagian-bagian kecil yang sudah mulai keropos tapi tetap masih oke lah untuk pemula ya.

lapangan squash di jakarta

Nah kalau dari pengalaman pribadi gw sendiri nih main disini, gw masih penasaran sama bagaimana bola ini bergerak setelah dipukul. Ceritanya malam sebelumnya gw nontonin pertandingan profesional squash, gw lihat kayaknya bola kalau dipukul ke depan, sampai mantul ke kaca belakang pun dia masih mantul lumayan tinggi, makanya si pemain-pemain ini kayak enak aja dilihatnya permainannya bisa berjalan terus saling memukul bergantian. Berbeda dengan pas kita main ini kayaknya mau kenceng kayak apapun tetep aja kalau mantul seperti kehilangan daya pantulnya.

Masih misteri sih ini apa karena bolanya, atau karena material kayu di bawah, atau material dinding-dindingnya, atau mungkin cara pukul, teknik pukul, atau kekuatan pas pukul kita yang perlu dibenerin. Tapi kalau gw simpulkan untuk main squash disini, kalau untuk pemain yang pertama kali coba masih boleh banget untuk direkomendasi, kemarin kita main sama-sama main dengan teknik sendiri-sendiri, oh tidak ada coach ya disini, makanya kita ya main alakadarnya aja yang penting bola mantul bisa saling mukul haha. Mungkin kalau lapangan Squash di Senayan sudah dibuka lagi dan kita pasti main lagi disana, akan gw tulis perbedaannya bagaimana.