Hari Pertama

Sabtu, 11 Februari 2016

Haiii semuanya, entah dari mana kalian bisa sampai ke post ini gw mau bilang thank you so much guys :D Postingan ini rasanya akan benar-benar panjang dan detail mengenai trip terakhir kami ber 4 yaitu gw, Alex, Shelvi, dan Andre, yang melakukan trip ke Makassar dan dilanjutkan ke Tanjung Bira. Pada trip 4 hari 3 malam ini gw sudah sebisa mungkin memaksimalkan seluruh pengambilan dokumentasi biar lengkap dan kalian punya gambaran yang super jelas jika saja kalian ada rencana untuk pergi ke Makassar, khususnya Tanjung Bira ya. 3 kata sih tentang Tj Bira, "Lu mesti kesana!"

Perjalanan kami dimulai dengan penerbangan Lion Air pada hari Sabtu, 11 Februari 2016 pukul 5.00 dan tiba sekitar 8.30 WIT di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Beruntung sekali, di Makassar sudah ada transportasi online yang beroperasi yaitu Grab Car dan Gojek. Daaan terima kasih sebesar-besarnya buat Grab Indonesia yang menyediakan promo HAPPYDAY dan HAPPYWEEKEND , kalau dihitung total-total semua diskon yang kita pakai selama di Makassar bisa sampai 60 ribu. Lumayaaan

Pallu Basa Serigala

Hari ini kami berencana untuk full kulineran! List tempat-tempat kuliner terkenal sudah ada, dan lokasi pertama yang kami datangi adalah Pallu Basa Serigala. Sekilas dari namanya seperti makanan dari daging serigala, tapi ternyata alasan diberi nama serigala karena lokasi tempatnya yang ada di jalan Serigala. Tempat ini sudah sangat terkenal dan waktu kami datang juga ramai sekali tempatnya.


Pallu basa ini memakai bahan dasar daging sapi serta jerohannya, seperti hati, usus dan jantung. Daging sapi ini katanya memiliki berbagai manfaat seperti membangun otot agar tumbuh lebih kencang dan kuat, dapat mencegah diabetes dan obesitas, dapat mencegah penyakit anemia, serta dapat meningkatkan sel darah merah. Mengenai rasanya, enak dan tetap bisa gw rekomendasi untuk datang namun ya bukan rasa yang baru atau unik karena rasanya yang mirip-mirip dengan soto.

Penyajiannya ditaruh di mangkok cukup kecil, lalu biasanya saat memesan akan ditanya mau pakai alas tidak. Alas disini artinya kuning telur, nah disini kuning telurnya di masak setengah matang, kira-kira bentuknya seperti dibawah ini. Lalu nanti kalau kita mengiyakan untuk ditambah alas maka kuning telur ini akan dicemplungin begitu saja ke dalam pallu basa.


Konro Karebosi

Selepas makan ringan semangkok itu lalu kita lanjut lagi ke Konro Karebosi, cuma 10 menitan dari Pallu Basa Serigala. Lagi-lagi kita pakai Grab, diskon lagi yeey Tempatnya berupa 1 rumah makan kecil, dan saat itu nggak gitu ramai, kita langsung pesan konro bakar dan sop konro. Nggak perlu lama menunggu dan tibalah makanan kita, dan rasanya enak juga, bisalah untuk direkomendasi kesini, nggak kalah sama Daeng Tata yang di Jakarta. Eh tapi enakan yang di Jakarta sih haha.



Check In ke Whiz Hotel

Karena kita mau naruh barang dulu kita pesan lagi Grab menuju Whiz Hotel, waktu berdetak menuju jam 2an dan tentu jam segitu kita sudah bisa check in. Kita sudah pesan dari jauh hari juga untuk malam ini akan menginap di Whiz Hotel. Alasan waktu itu kenapa pilih disini karena kita bisa dapat 2 kamar dengan connecting door dengan harga yang cukup murah, plus ada promo juga dari Traveloka, thanks Traveloka! Mudah sekali dan pengalaman yang menyenangkan mulai dari memesan sampai membayar dengan Traveloka.


Benteng Fort Rotterdam

Setelah cek dengan Google Maps, ternyata lokasi hotel kita dengan benteng ini dekat sekali, jadi kita jalan kaki menuju benteng. Sesampai disana, ada kesan mewah dan megah yang ditampilkan dari bangunan-bangunannya. Benteng ini merupakan peninggalan Kesultanan Gowa yang pernah Berjaya di Makassar di sekitar abad ke-17. Dibangun oleh Raja Gowa ke-X di tahun 1545 dan hingga saat ini bentuk aslinya masih terpelihara, hebat!

Sekarang bangunan-bangunan ini sudah menjadi museum, kita bisa masuk kesana, melihat koleksi-koleksi seperti senjata-senjata jaman dahulu, keris-kerisan, lalu ada benda-benda kerajaan dahulu. Tempatnya cukup luas dan kira-kira disini bisa menyita waktu 2 jam, jangan lupa foto-foto bareng karena tempatnya unik sekali.







Setelah puas puter-puter di benteng, rasa lelah pun datang, tapi tidak menyurutkan semangat kita buat makan lagi yaitu coto Makassar!

Coto Makassar Nusantara

Kalau ada pertanyaan kenapa namanya ada Nusantaranya sekarang uda tau kan ya ? Betul! karena terletak di jalan Nusantara. Perjalanan dari Benteng ke jalan Nusantara menurut Google Maps sih 700 meter, cukup dekat, katanya. Terus jalan kakilah kita, ternyata medannya walaupun beraspal tapi berlumpur sekali karena sisi jalan tempat kita berjalan itu lagi dibangun trotoar.

Sampai di Coto Makassar ini kita pesan 3 mangkok. Nggak perlu nunggu lama lagi tau-tau sudah datang dan bentuknya sama seperti Pallu Basa, disajikan dengan mangkok yang kecil. Beda lainnya dengan Pallu Basa itu kalau Pallu Basa dimakan dengan nasi, kalau ini dimakan dengan ketupat kecil. Untuk rasa, bagi yang belum pernah coba coto disarankan bisa datang kesini. Kalau kalian ingin menjaga kesehatan minta jangan pakai jerohannya ya, karena by default jerohannya juga dimasukkan kedalam mangkok. Untuk kebutuhan dokumentasi, gw pesan yang defaultnya.



Kembali ke Whiz Hotel

Dan kita pesan Grab untuk kembali ke hotel, ketika mobil datang, drivernya cantik :3 manis kulit putih dengan senyum yang bisa buat kerupuk melempem jadi garing lagi haha. Ibu nya juga ikut ternyata duduk didepan, sayang iman kita beda jadi ya cuma bisa lihat lewat kaca spion atas selama perjalanan kembali ke hotel.

Sesampai di hotel, mandi, beres-beres, rebahan dulu. Waktu sudah menunjukkan pukul 4 dan kira-kira nanti sore sekitar jam 5an baru kita akan jalan lagi. Hotel Whiz ini tempatnya bersih namun kita mengalami kendala 1 remote AC yang tidak bisa nyala sehingga kita harus pakai remote kamar sebelah untuk menyalakannya. 1 poin kekurangan lainnya ditujukan untuk handuk yang agak kurang bersih. Di luar itu kita nyaman tinggal disana, ada WiFi di kamar yang kencang! Bahkan bisa dipakai untuk upload foto-foto kita sampai saat itu. Selain itu di lobby ada 2 PC yang bebas dipakai, berhubung gw nggak bawa laptop untuk copy data dari kamera Canon jadi gw bisa pakai PC ini untuk transfer data ke handphone, luar biasa! Makanya cepet banget bisa upload foto ke Instagram :D Super super appreciate and thank you for this service Whiz Hotel


Otak-Otak Ibu Elly

Pas lagi ngobrol-ngobrolin hal-hal random, ada yang iseng liat apps gojek ternyata ada Go Food! Wooogh! Kita tahu kalau otak-otak Ibu Elly ini terkenal, dan siapa nyangka ternyata ada di list Go Food. Klik klak klik, sampaiii otak-otak kita. Rasanya enak! wajib makan kalau ke Makassar karena rasa ikannya benar-benar terasa, bumbunya agak asam-asam tapi pas sekali menyatu dengan rasa otak-otaknya. Top Recommended



Pantai Losari

Sore harinya kita lanjut naik Grab, saking murahnya jadi gratis! haha. Hari itu adalah malam minggu dan menurut orang setempat akan ramai sekali orang-orang yang akan kesana. Sampai disana benar juga semacam jadi tempat untuk semua orang ngumpul, duduk-duduk di pinggir, jalan-jalan santai sambil menikmati sunset. Udara juga bersih sekali, langsung menghadap pantai, jauh dari indikator polusi yang buruk seperti di Jakarta.


Pisang Epe

Ini dia makanan cemilan khas Makassar yang dijual di tepi pantai Losari, bernama Pisang Epe. Kita pesan yang rasa keju dan rasa keju-durian. Saat menunggu makanannya datang, kita lagi ngobrolin ini epe artinya apa ya, kalau alas tadi kan artinya telur kuning, kalau daeng itu artinya panggilan untuk nama kebanyakan orang-orang Makassar, nah kalau epe apa ya. Tebakan kita ini nama jenis pisangnya, tapi ternyata setelah tanya info yang valid, epe ini artinya di penyet. Jadi tau dong kalau gw bilang "daeng, saya pesen ayam epe pakai alas 2 ya ga pake lama"

Nah penyetannya seperti ini, jadi pisang dipenyet sedikit lalu baru di bakar. Umum sekali kan seperti di kota-kota besar lainnya, tapi berhubung penasaran ya tetep pesen juga kita. Sebagai saran kecil, jangan pesan yang durian karena rasanya tidak pas aja di lidah, mending yang keju masih ada enaknya.




Mie Titi

Ini ceritanya kita lagi coba iseng jalan ke jalanan kuliner nusantara, ternyata ada salah satu restoran yang sudah kita catat yaitu Mie Titi. Berhubung habis ini kita mau makan malam di RM Apong, jadi kita ber empat cuma pesan 1. Yak! 1 mangkok untuk berempat. Pas pesan si abangnya juga agak bingung "hah pesannya cuma 1?", "yap!" Setelah datang, dan icip-icip dikit. ENAAAK!

Mienya kecil-kecil dan digoreng garing sambil disiram kayak kuah kental ifumie dengan pilihan isinya mau ayam atau seafood. Untuk rasa ada yang khas dan unik yang buat gw dan lainnya juga nggak berhenti makan, kitapun juga sepakat kayaknya perlu kesini lagi nanti di hari terakhir pas kembali ke Makassar biar puas makannya 1 porsi 1 orang.





RM. Apong

Makan besaaaar, disinilah tempat kita akan mencapai mimpi dan angan-angan kita mencicipi ikan khas yang ada di Makassar yaitu ikan kudu-kudu. Saking gw penasarannya gw nyaris mau datang ke restoran Makassar di daerah Serpong, tapi untung ya ga jadi, jadi penasarannya kebawa sampai saat itu.

RM.Apong ini sudah terkenal sampai seantero Makassar, nggak ada orang yang nggak kenal, pas kita masukpun ramai sekali, kebetulan di hari itu juga lagi Cap Go Meh, dan tipikal restoran untuk keluarga-keluarga, yang lain rapi-rapi, beberapa ada yang lucu <3 , dan kita...yah begitulah, tourist mode on.


Ikan Kudu-kudu

Untuk ikan jelas kita pesan ikan Kudu-kudu di goreng Crispy. Yang gw post di Instagram kan tampak samping tuh yang cakep bentuknya, sebenarnya ya kalau diputer dikit, bentuk di belakangnya jauh dari pikiran gw awalnya, ternyata sudah digoreng semacam ayam goreng tepung dan kulit ikan itu cuma pemanis saja. Begini bentuknya,



Untuk rasanya, enak! ada kenyal-kenyal seperti ikan gabus, tapi ada crispy dari tepungnya, mirip-mirip ayam, dan sudah lebih dari cukup untuk bisa gw labelin Top Recommended untuk dicoba. Ini aslinya ikan beracun loh, tapi kalau sudah di atas piring sih sudah aman, termasuk pas gw potek kulit luar dan coba makan, ternyata gw masih aman-aman saja.

Kepiting Saus Padang

Kalau mau pesen makanan kepiting atau ikan-ikanan, bisa lihat langsung di depan, semuanya masih hidup. Cukup seru juga pas kita pesan karena kita lagi menentukan gender kepiting apa yang mau kita makan, berawal dari keisengan Andre mau bercandain mbaknya dengan nanyain "mbak kepiting bencong boleh deh" , dijawab "oh ada". Haaah, ada beneran kepiting bencong, kata mbaknya itu jenis kepiting betina tapi nggak punya telur, makanya dinamakan bencong. Sedih banget kalau terminologi ini disematkan buat manusia, ada temen yg nggak bisa melahirkan, kita bilang benconnnng bencoong. Tega cuy. Cukup hal itu dialami kepiting saja ya.



Rasanya juga enak! kalau kata Alex ini sudah dinobatkan sebagai makanan terenak sepanjang trip kami ke Makassar. Jelas kan, ini juga masuk ke list Top Recommended untuk dicoba. Harga juga jauh lebih murah dibanding di Jakarta. Perut kenyang lalu kita pun pulang ke hotel, sponsored by Grab!


Hosh hosh hosh..demikian cerita di hari pertama, cukup lama juga ngetik dan uploadnya, thanks Alex and Shelvi for the correction. Kesan di hari pertama sih super super kenyang, nggak nyangka banget ternyata bisa kulineran sebanyak ini. Kita lanjut hari kedua di post selanjutnya ya, have a nice day guys!