Fakta Sejarah

Sekitar tanggal 26 Mei dan 4 Juni 1940, pasukan sekutu yang berperang dalam perang dunia kedua (termasuk pasukan Inggris dan Perancis) telah terkepung dari segala sisi oleh pasukan Jerman, sehingga akhirnya mereka terpojok ke tepi pantai di kota Dunkirk, kota pelabuhan di tepi Perancis. Saat itu sebenarnya Hitler bisa saja langsung mengerahkan seluruh pasukannya untuk menghabisi mereka dimana kemenangan benar-benar di depan mata, tapi ternyata dia memberikan perintah untuk menghentikan penyerangan selama 48 jam. Tidak ada yang tau pasti mengapa dia melakukan ini, beberapa spekulasi mengatakan dikarenakan dia takut akan balas dendam yang lebih besar dari pihak sekutu, ada juga yang berspekulasi ini adalah simbol agar dia dapat berdamai dengan Churchill. Tidak ada yang tau. Dalam kurun waktu yang sangat krusial inilah, cerita penyelamatan 338.000 pasukan untuk kembali ke kampung halaman terjadi. Sebuah sejarah penyelamatan manusia terbesar didunia yang dilakukan bukan dengan bantuan kapal-kapal perang, melainkan dengan lebih dari 800 kapal masyarakat sipil. Sejarah operasi penyelamatan yang dicetuskan oleh Churchill ini dikenal dengan nama Operation Dynamo.

Adaptasi Film

Film dimulai dengan beberapa pasukan yang berjalan di tengah-tengah flyer yang beterbangan, berisi peringatan bahwa kalian sudah dikepung. Tanpa disadari penonton sudah dibawa untuk mengikuti perjalanan mereka menelusuri jalanan kosong perlahan-lahan, hingga tiba-tiba mereka mendapat tembakan dari segala penjuru kota, menyisakan Tommy (Fionn Whitehad) yang berhasil melarikan diri sampai ke tepi pantai, penuh dengan pasukan yang berbaris menunggu kapal-kapal yang menjemput mereka.

Dari sana, Nolan secara cepat membangun 3 setting cerita berbeda dengan periode durasi waktu yang berbeda-beda. Di darat [1 minggu], diceritakan melalui pertemuan Tommy dan Alex (Harry Styles) . Lalu di laut [1 hari] diceritakan oleh Mr. Dawson (Mark Rylance) yang menahkodai kapalnya menuju Dunkirk untuk ikut andil dalam menyelamatkan pasukan-pasukan sekutu. Dan terakhir di udara [1 jam], fokus pada 3 pilot pesawat Spitfire yang melakukan serangan balik pada pesawat bomber musuh.

Ketiga durasi waktu ini difilmkan dengan pemenggalan alur cerita yang sangat halus, penonton akan pelan-pelan merasakan adegan ini diceritakan sebelum atau setelah adegan yang itu, dan yang menyatukannya ialah cerita sang kapten, Commander Bolton (Kenneth Branagh).

Ulasan

Kejeniusan Nolan sudah dituangkan sejak pembuatan naskah film dimana dia juga ikut andil didalamnya. Tidak ada naskah pembicaran yang panjang antar karakter, tidak ada kisah peperangan antar kubu satu dengan yang lain, tidak ada darah atau organ tubuh berceceran dimana-mana dan tidak ada aksi heroik seperti Saving Private Ryan maupun Hacksaw Ridge, justru film ini bisa dibilang aman untuk anak dibawah umur. Semua diceritakan dengan sangat detail, dan memang Nolan menginginkan penonton benar-benar seperti berada di belakang persis tiap cerita yang terjadi. Coba di buat list saja kalau ada yang punya phobia ; takut akan ketinggian, api, tenggelam, kegelapan, dan yang lain semua sebisa mungkin terepresentasikan dengan baik didukung oleh sang sinametografer, Hoyte Van Hotyema. Dialah sinematografer dibalik film-film seperti Spectre, Interstellar, maupun Tinker Tailor Soldier Spy (Wajib nonton!)

70mm IMAX Format

Keseluruhan proses pengambilan gambar ini diambil dengan menggunakan kamera 70mm dari IMAX. Sebuah format film terlebar beresolusi ekstrim yang mampu menghasilkan gambar yang jauh lebih besar, jauh lebih detail, dan lebih 'mentah'. Implikasinya, setiap detik yang kita tonton 40% lebih tajam dan memberikan pengalaman total dalam menonton film beresolusi sangat tinggi. Sangat disarankan untuk menonton film ini di studio IMAX karena diluar itu akan ada sisi atas dan bawah yang akan terpotong sedikit. Sangat berbeda dengan film pada umumnya yang menggunakan hanya format film 35mm. Kalau biasa kita nonton 1080p sudah sangat senang, dengan format ini kita bisa tonton sampai layar berukuran 12K. 12 kali lebih tajam dibanding 1080p Full HD. Keren gak tuh. Jadi nonton di IMAX saja, ambil kursi di antara A-E pilih di tengah dan rasakan tiap sensasi sampai getaran-getarannya yang terasa ke kursi.

Didukung dengan teknologi kamera yang seperti itu tentu saja membuat Nolan ingin memaksimalkannya, oleh karena itu dia menset penggunaan CGI (Computer Generated Imagery) atau Visual Effect harus digunakan seminim mungkin. Hampir seluruh yang ada di film itu real, banyak sekali persiapan dan perhitungan matang untuk dapat meletakkan kamera di sudut-sudut sulit. Hasilnya, kita bisa merasakan real suasana kapal tenggelam dari kamera di sisi samping, kapal tertembak torpedo dari sudut yang unik, bahkan sampai sudut di badan sayap pesawat. Yang menariknya lagi, bagian pesawat terbang mendarat darurat pun juga dibuat real dengan menggunakan miniatur pesawat yang diterbangkan kencang dan ditabrakkan ke air laut.

Scoring

Nolan kembali mempercayakan scoring pada sang Maestro, Hans Zimmer. Dan sepertinya untuk music scoring ini bisa digadang-gadang menerima OSCAR nanti. Benar-benar sangat intens, apalagi untuk bagian sound ticktock yang memberikan rasa ilusi nyata didalam cerita. Sangat sempurna dipasang pada film ini yang minim dialog seperti ini. Mau tau salah satu keseruannya seperti apa, dengar saja ini.

Dialah sosok dibalik scoring dalam film keren-keren ini : Dark Knight, Inception, Interstellar, Man of Steel, Sherlock Holmes.
Pingin buat scoring sekeren Hans Zimmer ? Langsung saja belajar dari dia, bisa mampir ke sini

Akhir

Silahkan nonton selama masih ada di bioskop, karena bisa jadi film ini didaulat sebagai film terbaik di tahun 2017 ini. Piala OSCAR di banyak kategoripun rasanya siap disabet melalui Dunkirk. Inilah pembuktian absolut Nolan sebagai sutradara yang melegenda di abad modern seperti ini.