/ 201701

Review Cek Toko Sebelah

Jelas sekali kalau di tahun 2016 kualitas film bioskop Indonesia meningkat sekali. Dari banyak film yang rilis di tahun 2016, gw pribadi sudah nonton mulai dari Headshot, AADC 2, My Stupid Boss, Rudy Habibie, Warkop DKI Reborn, dan akhirnya yang terbaru minggu kemarin diajak nonton film ini, Cek Toko Sebelah. Yap agak telat nontonnya, tapi mending telat daripada nggak sama sekali kan | #SupportFilmIndonesia

Waktu mau nonton gw penasaran banget dengan bagaimana film yang di sutradarai dan ditulis sendiri oleh Ernest Prakarsa ini akan berjalan. Tebakan awal, dengan background Stand Up Comedy nya, harusnya ini akan lucu sama seperti ketika gw menikmati stand up solonya. Sengaja nggak mau nonton trailernya, dan okelah masuk ke bioskop dan biarkan penasaran itu terjawab dengan sendiri.

Warna Cerita dan Totalitas Karakter

Dari awal film berjalan, sampai detik terakhir film berakhir, waaaaw keren banget!!! Bener-bener gw super rekomendasi buat ditonton. Gw jarang bener-bener kasih label super rekomendasi nih haha. Puas banget, waktu berjalan cepat sampai tau-tau sudah habis filmnya. Benar-benar layak untuk mendapatkan penonton lebih dari 2.5 juta!

Alasan utamanya, ceritanya lengkap!

Mau cari komedi, berserakan dimana-mana dan yang penting, lucu! Totalitas tiap karakternya bener-bener dapet, apalagi didukung sama muka-muka stand up komedi yang gw nggak asing. Jadi kalau sudah tau orangnya, karakternya baru muncul aja uda bikin pingin ketawa. Kalau nggak kenal juga pasti bilang film ini lucu.

Walaupun genre utamanya komedi, tapi secara keseluruhan ceritanya dibungkus dengan nilai kekeluargaan yang dalem banget. Berasa banget rasanya jadi anak rantau, dan punya orang tua jualan toko kelontong di kampung, dan dihadapkan dengan pilihan antara harus memilih karir atau melanjutkan bisnis orang tua.

melanjutkan hidup dengan rasa menyesal itu nggak enak banget.

Gw lupa persisnya apa yang dibilang Ayu ke Natalie, tapi kira-kira seperti itu, gw rasa kata-katanya kena banget. Intinya kalau diaplikasikan ke kehidupan nyata, kita harus memberikan apapun yang terbaik untuk orang tua, sesegera mungkin, dan selalu prioritaskan mereka di nomor pertama. Jangan sampai ketika kita belum sempat memberi yang terbaik, lalu kita harus menyesal karena Tuhan mempunyai rencana yang lain.

Kelihatannya simple temanya, tapi dengan kematangan script ini, gw rasa Ernest benar-benar berhasil membawakan tema kekeluargaan ini ke level yang tinggi. Plot-plot berjalan dengan cepat dan nggak bertele-tele. Gw suka banget dengan potongan-potongan 1 scene ke scene lain dilakukan justru ditengah action kecil yang gw jamin penonton nggak akan bisa tebak. Jadi tiap adegan benar-benar maksimal dari sisi waktu dan inti cerita yang ingin disampaikan benar-benar sampai.

Poin lainnya yang harus gw puji adalah seluruh acting sangat-sangat natural, pendalaman karakter tiap pemain benar-benar dalam dibantu dengan script yang sangat pas. Kalau gw rating top 3, gw akan list: Gisella, Adinia, dan Kin Wah Chew.

Gisell, sebagai acting film perdana, ini udah keren banget. BCL siap-siap kalah kayaknya. Buat Adinia, suka banget karakter yang dibawakan dan cara dia membawakannya dapet banget kalemnya, tulusnya, dan karakternya idaman buat pendamping hidup tuh. Kin Wah Chew juga benar-benar berhasil banget angkat karakter seorang ayah dan sudah bisa beda banget dibanding pas main di My Stupid Boss.

Tambahan terakhir, scenenya Kaesang, Pecah! haha. Terus Yeyen Lydia ugh banget!. Dodit sama Arafah, kocak abis, apalagi si dokternya, satpamnya, ah sama Asri Welas! haha,geblek banget. Oh pengirim plangnya juga, hahaha. Geng judi juga koplak! banyak banget kan, jadi keterusan cerita, tiap karakternya punya kesan sendiri soalnya, punya kelucuan sendiri dan komedinya semuanya fresh! penuh dengan komedi yang cerdas.

Original Soundtrack

![](http://www.pesona.co.id/img/images/article%20-%20GAC%20the%20overtunes%20ost%20film%20cek%20toko%20sebelah.jpg)

Ini nih yang makin memberi kelengkapan dari sebuah film berkualitas, semua musiknya digarap sendiri, dan pemilihan The Overtunes dan GAC (*you'll always be my favourite!*) paaas banget. Musik selalu keluar di scene yang tepat.

Akhir kata, kalau belum nonton mumpung masih belum habis dari bioskop, nonton ya. Pesannya, jangan nonton sendiri karena ketawa sendirian itu ga seru haha

Kalau belum nonton , dilarang nonton behind the scene dibawah ini, ntar ga seru nontonnya. Ini biar lebih jelas lagi aja masing-masing karakternya gimana.

daaaan di video dibawah ini ada banyak pertanyaan yang dijawab Ernest mengenai film ini, mulai dari kenapa yg di teaser kok nggak ada di filmnya, inspirasi menulis scenario yang baik gimana,dan lain-lain. Worth to watch. Tapi tetep, mesti uda nonton dulu yak!