Kangen berat pingin naik gunung lagi, kangen mie panas di tengah hawa dingin, kangen udara segar dibawah pohon-pohon rindang. Nggak usah yang jauh-jauh, di pulau Jawa ini juga masih banyak banget gunung yang puncaknya belum gw capai. Dan seperti biasa, kalau lagi pingin banget nanjak pasti gw langsung hubungin temen nanjak paling super ini, bung Adinandra. Biasanya, kalau kita udah ketok palu nentuin tanggal tepatnya kapan, baru deh ajak-ajak yang lain lagi biar tripnya lebih ramean. Kita emang uda beberapa kali bahas rencana nanjak di beberapa minggu belakangan, tapi faktor cuaca yang lagi sering hujan ini selalu jadi hal yang menunda rencana pergi. Nah setelah tadi ngobrol-ngobrol lagi, sepertinya akhir bulan ini rencana naik gunung lagi akan terlaksana amiiiin, mau kemana kita kali ini, kita mau ke Merbabu! Rencana ini semoga bisa dieksekusi pada tanggal 31 Maret 2017

Hal yang dilakukan sebelum hari H kepergian ke gunung apapun, wajib namanya cari tahu dulu selengkap mungkin informasi disana. Kenapa, karena naik gunung itu kan tujuannya buat menikmati alam, menikmati perjalanan, ngobrol seru-seruan, nah itu semua jangan sampai terganggu sama hal-hal konyol karena persiapan kurang baik. Misalnya, nggak tau persis berapa lama jarak antar post, bawa makanan ala kadarnya, nggak ngecek dulu suhu disana berapa atau nggak ngecek medannya seperti apa. Itu semua akan berpengaruh sekali sama peralatan, pakaian, dan gear apa yang dibawa.

Oleh karena itu, berikut hasil googling gw sendiri mengenai Gunung Merbabu ini. Untuk memperkecil scope pencarian, gw akan mencari informasi mengenai Jalur Suwanting yang notabane adalah jalur yang baru saja dibuka kembali di tahun 2015 Maret kemarin. Masih anget banget jalurnya. Untuk diketahui, banyak jalur menuju Merbabu yaitu Kopeng, Wekas, Selo, Tekelan, dan Suwanting. Tapi kali ini cukup Suwanting saja yang akan dicari karena lebih ramai dibahas oleh pendaki di 3 tahun kebelakang ini, viewnya juga bagus, dan rekomendasi juga dari Adi, sip lah di.

Merbabu Melalui Jalur Suwanting

Gunung Merbabu memiliki ketinggian 3.142 mdpl dan bersebelahan dengan Gunung Merapi. Gunung ini memiliki 5 buah kawah, yakni Kawah Condrodimuko, Kawah Kombang, Kawah Kendang, Kawah Rebab, dan Kawah Sambernyowo. Nah yang kerennya lagi, Gunung Merbabu ini punya 3 puncak utama yakni Puncak Trianggulasi, Puncak Syarif dan yang paling tinggi adalah Puncak Kentengsongo [3.142 mdpl].

Apa yang membuat jalur ini menarik, dikarenakan kita dapat melihat pemandangan yang indah disepanjang perjalanan menuju puncak, ada banyak sabana dan gunung-gunung lain yang mengelilingi Merbabu, diantaranya G. Merapi, G. Ungaran, G. Telomoyo, G. Andong , G. Sindoro dan G. Sumbing. Lalu, yang paling penting adalah adanya ketersediaan air dari langsung dari mata air, berarti nggak usah bawa minum berlebih. Alasan lainnya, jalur ini juga aman, ada ranger siap memberi informasi tentang karakteristik medan seperti apa, kalau ada apa-apa misal pendaki hilang, ranger siap bekerjasama dengan pihak TNGM (Taman Nasional Gunung Merbabu) dan instansi terkait. Penduduk disana juga dikenal ramah sekali dengan pendaki-pendaki yang datang. Nah terakhir, kita juga akan lewat hutan pinus yang instragamable banget pastinya. Top deh.

Akses

Akses untuk menuju Dusun Suwanting ini, kalau dari Jogjakarta bisa menggunakan bus menuju Muntilan, lalu ke Ketep.

Basecamp Suwanting Indah

Tiket masuk Rp 3000 per orang. Tarif parkir inap Rp 5000/motor, 20.000/mobil. Di basecamp Suwanting Indah para pendaki bisa beristirahat, menginap dan bisa beli makan. Setelah mendaftar dulu di Base Camp, lalu baru bisa naik ke atas, jalannya cuma satu jalan dan sudah di aspal baik, banyak rumah dan warung-warung di sepanjang kiri dan kanan kita.

Estimasi :
  • Basecamp – Pos 1 Lembah Lempong (30 menit)
  • Pos 1 – Pos 2 Pos Bendera (1,5 jam)
  • Pos 2 – Pos 3 (3 jam)
  • Pos 3 – Puncak Kenteng Songo (1,5 jam)

Total : 6 Jam 30 menit

Basecamp – Pos 1 Lembah Lempong - [30m]

Perjalanan dari Basecamp menuju Pos 1 ini kita akan melewati perumahan warga , jangan lupa senyum ke mereka juga kalau berjumpa di jalan, lalu dilanjutkan dengan memasuki ladang milik warga, suasana sangat sejuk dan trek cenderung datar agak menanjak sedikit, sebelum sampai pos 1, kita akan menemukan mata air yang dialirkan melalui pipa , lalu baru masuk ke kawasan hutan pinus dengan kerapatan yang cukup rapat. Jangan lupa foto disini :D

Pos 1 – Pos 2 Pos Bendera - [2j30m]

Trek yang lebih berat dari sebelumnya. Jalur didominasi dengan vegetasi rimbun dan tanjakkan dan juga melewati hutan pinus lagi yang cukup licin karna tanahnya gembur.

Pos 2 - Pos 3 Dampo Awang- [3j]

Ada sumber mata air Sendang Dampo Awang yang bisa dipakai untuk menambah stok air kita, disini biasanya para pendaki memilih Pos 3 sebagai lokasi camp terakhir sebelum summit, di Pos 3 ini kita juga bisa melihat deretan gunung lainnya seperti Gunung Merapi, Andong, Sumbing dan Sindoro.

Jalurnya disini mulai berat, kira-kira medannya seperti ini. Kayaknya sih mirip-mirip sama jalur ke Cikuray. Rasanya medan seperti ini pasnya pakai sandal gunung.

Pos 3 – Puncak Kenteng Songo- [1.5j]

Trek akan melewati sabana dan tumbuhan rumput yang rimbun. Jalurnya ringan, dan sesampai di puncak kita bisa memilih mau ke Puncak Triangulasi atau Puncak Kenteng Songo, kedua puncak tersebut memiliki ketinggian sama.

Sepatah Kata

Sedikit cerita mengenai perjalanan pribadi gw sendiri ke beberapa puncak yang sudah dicapai, di tiap perjalanannya pasti punya ceritanya masing-masing, mulai dari gw ketinggalan dan nyaris hilang di Rinjani, liat temen yang jalannya lebih pelan, atau ada waktu dimana gw sendiri yang lagi jalannya pelan. Tiap perjalanan pasti keliatan sekali gimana karakter orang aslinya gimana, gw sendiri juga pernah salah ninggalin temen yang kakinya sakit, atau saat gw dulu pernah ninggalin temen yang pelan jalannya, tapi nggak apa-apa tiap perjalanan selalu ada kesempatan untuk perbaiki diri. Banyak perjalanan yang gw alami dengan teman-teman super hebat yang bisa bareng-bareng naik turun, semua saling tolong, saling bagi makanan cemilan di jalan, bagi air buat rame-rame. Bukan puncak yang jadi utama, tapi kebersamaan di sepanjang perjalanan dari awal sampai akhir ini yang harus diutamakan. Sekali lagi ya, kata kuncinya itu kebersamaan di awal-akhir. Ada cerita menarik dari Adi tentang poin ini, bisa dibaca disini ya

Dan moga-moga trip kali ini sukses, bisa dapat banyak foto-foto keren, belum kesampaian nih foto awan-awan cakep pas sunrise atau sunset. Dan tentu, semoga yang ikut juga bisa lebih ramai :D boleh loh japri kalau mau ikutan, monggo.