Membaca menjadi kegiatan yang sepertinya tidak pernah lepas dari keseharian kita, dari kumpulan huruf-huruf yang disusun, menjadi kata, menjadi kalimat, paragraf, hingga akhirnya menjadi sebuah cerita dan memiliki pesan. Menggambar juga merupakan proses menyampaikan pesan, dari sebuah ide gagasan, plot cerita, sketsa, hingga hasil final menjadi sesuatu yang bisa kita nikmati. Komik, merupakan gabungan keduanya, menggunakan gambar-gambar tak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita.

Yayasan Seni Rupa Indonesia (YRSI) menyelenggarakan Gudang Garam Indonesian Art Awards 2018, dan mengambil Galeri Nasional sebagai tempat terselenggaranya acara ini. Ada begitu banyak karya seni yang dipamerkan disini telah melalui proses penyaringan. Pameran dengan tema Dunia Komik ini menampilkan sekitar 129 karya dari 129 perupa. Media yang digunakan juga beragam mulai dari dicetak di atas kanvas, di secarik kain, kertas minyak, dan lain-lain.

Melalui pameran ini, rasanya semakin membuktikan eksistensi dan keberadaan komik juga menjadi salah satu bentuk karya seni. Terlihat dari antusiasme pengunjung juga cukup tinggi, semua menikmati satu persatu hasil karya yang ditunjukkan. Inilah yang membuat ada jeda waktu yang cukup lama dengan melihat satu karya ke karya yang lain, ada banyak potongan-potongan komik yang ceritanya unik, pesannya dalam dan mengena, dari yang teknik penggambarannya kompleks hingga yang cukup sederhana, semua lengkap dipamerkan disini. Biaya masukpun gratis, jadi silahkan yang mau datang jangan sampai ketinggalan, pameran masih dibuka hingga 18 April 2018.

Beberapa Karya yang Dipamerkan


"Kejarlah Daku Kau Ku Tangkap - Taufik Prawoto"


"Kelahiran - Sungging Priyanto"


"Banjir - Rivan"


"Hidup Sederhana Vs Gadget - Syafiuddin Halid"


"Menjemput Ibu - Muhammad Fahmi"


"How Will I - Tita Larasati"

PS. Disini banyak spot foto juga yang bagus-bagus ya