/ 201705

Nyekar Eyang

Esensi Nyekar

Nyekar adalah tradisi datang ke makam leluhur untuk menabur bunga dan berdoa, mengharapkan agar dosanya diampuni dan diterima di sisi-Nya. Dalam kesempatan long weekend kemarin, terima kasih untuk bulan Mei yang penuh long weekend, saya dan keluarga datang ke Pati, sebuah kota di timur Semarang, yang juga merupakan kampung dari salah satu orang tua.

Terima kasih Jesica buat pinjaman bukunya yang langsung habis dibaca selama perjalanan ke Semarang

Setelah sampai Semarang, kami sudah sewa mobil selama 4 hari kedepan dari hari Kamis s/d Minggu. Perjalanan menuju Pati kira-kira memakan 2 jam perjalanan,

Kota Pati

Sesampai di rumah eyang, kami cuma sempat menaruh barang, lalu langsung ke gereja untuk merayakan hari kenaikan Yesus, makan malam disana dan kembali kerumah untuk istirahat. Dirumah ini, 12 anak dari eyang uti saya tumbuh dan berkembang. Terbayang punya anak 12 nggak ? Sayapun tidak. Tapi dirumah inilah banyak kenangan yang masih tertinggal.

Rumahnya sendiri tidak memiliki lantai tambahan, tapi luas nya ini loh besar sekali. Tanah jaman dulu kan memang besar-besar jadi ya wajar. Setelah beberapa bulan lalu direnovasi, akhirnya rumah ini sudah jauh lebih baik dan tanpa menghilangkan ornament-ornament super jadul yang sengaja tetap dibiarkan seperti itu.

Rumah Terakhir Uti dan Akung

Biasanya tujuan utama ke Pati itu untuk nyekar akung, tapi kali ini ada yang berbeda karena sekarang Uti sudah setia selama-lamanya akan abadi di samping Akung. Disinilah tempat peristirahatan terakhir mereka berdua. Setelah memberikan taburan bunga, lalu kamipun berdoa mendoakan mereka.

Jolong

Selesai nyekar, berarti tujuan utama datang ke Pati sudah selesai, masih ada 2 hari disana dan kamipun coba explore daerah Jolong. Jolong sendiri lokasinya itu berada ke arah Gunung Muria. Jalannya menanjak ke atas, dan cukup bersahabat menggunakan mobil. Disana ada wisata Jolong 1 dan 2, kami datang yang kedua yang berisi kebun buah naga, dan perkebunan kopi Jolong. Disini kopi nya enak sekali. Ada yang benar-benar khas yang keluar dari aroma dan rasa kopinya.

Lasem

Ini kota kedua yang kami kunjungi di hari berikutnya yaitu Lasem, sebuah kota kecil setelah kota Rembang. Berdasarkan hasil googling , kami menemukan ada spot menarik yaitu Tiongkok Kecil Heritage, yang merupakan tempat rumah kebudayaan Tiongkok yang menurut penelitian disinilah cikal bakal menyebarnya etnis Tiongkok di pulau Jawa. Tertarik dengan foto-foto disana lalu meluncurlah kami kesana.


Rumah Makan Hien

Nah inilah tempat makan yang paling terkenal di kota Lasem yaitu Rumah Makan Hien, yang notabane menyediakan Chinese food yang porsinya, jumbo. Pokoknya pesan apa aja, pasti keluarnya jumbo. Dan sudah berdiri sejak lama sekali deh. Karena kami ingin mencari makanan yang sehat-sehat jadi kamipun memesan Capcay Kuah dan Ayam Cah Jamur. Dan ternyata, rasanya, benar-benar enak! Terasa sekali setiap bumbu dan rasa nikmat itu tepat di tempat yang tepat.

Akhir Perjalanan

Kami harus menyelesaikan perjalanan ini melalui perpisahan dengan 2 anjing penjaga dirumah ini. Awalnya saya digonggongin terus tuh, tapi karena sudah berhasil saya sogok dengan makanan selama 1 hari full, akhirnya mereka pun jinak dan saya aman-aman saja jalan ke kebon belakang yang menjadi tempat tinggal mereka tanpa digigit sedikitpun. Good dogs. Cepet kawin ya biar kesini lagi uda ada anak-anaknya. Biar rumah ini juga jadi tempat penuh kenangan buat kalian.

Tidak lupa, setiap kali pulang dari Pati , ada 1 tempat makanan yang nggak pernah absen untuk disamperin, yaitu Swikee Saipah. Yap, ini makanan berbahan dasar kodok. Mengenai rasa, sudahlah, pasti enak, resep lama sekali. Disini ada Swikee, dan ada pepes telor kodok, dan pepes kodok. Semuanya fix pasti dibungkus dibawa pulang buat makan dirumah :D