Yak! Baru saja ini balik dari pameran LPDP Edufair 2017 Jakarta. Berapa jam waktu yg gw habiskan hari ini disana ? 8 jaaaam ! prokprokprok. Dan berikut ulasan dari kacamata gw pribadi.

Antrian Super Panjang

Hari ini gw dapat pengalaman baru, kayaknya seumur-umur belum pernah ya namanya antri sampai panjaaaaang bener. Antrian uda kayak uler melingker-lingker dari pintu masuk, parkiran belakang, sampai muter lagi ke gerbang depan Dhanapala. Gw mulai antri jam 9 pagi, awalnya rapi ada 6 baris, lalu begitu mulai ke tengah antrian tempat bertemu 2 antrian dari 2 sudut berbeda, hancurr semua antrian semua orang desek-desekan nggak beraturan dan gw lumayan kenceng nahan badan jagain ada ce kecil di samping kiri gw yang kasian ke dorong-dorong. Kapan orang kita bisa antri yang bener ya,satu persatu masuk kan bisa toh nanti juga pasti dapat giliran masuk juga,kayaknya ngotot banget cuma buat nyalip 1-2 orang.

Dan jam 11, gw pun berhasil masuk melewati detektor dan registrasi ulang. Sampai saat itu gw menyayangkan sekali dengan prosesnya. Awalnya gw sudah sangat mengapresiasi pemakaian tiket masuk melalui Eventbrite bisa menyaring jumlah orang yang masuk sehingga tidak membludak, tapi sepertinya memang yang diberi tiket begitu banyak orang sehingga didalampun buat jalan susah banget.

Kehujanan

Ditambah lagi, liat orang diluar ini yang kehujanan dikarenakan tidak ada tenda yang mencukupi. Mereka rela masih antri dalam hujan yang sangat deras selama mungkin lebih dari 1 jam. Semangatnya ini yang sangat gw apresiasi.

Setelah di Dalam

Pas banget waktu gw masuk , ibu Sri Mulyani sedang memberikan kata sambutan sekaligus membuka secara resmi acara LPDP Edufair 2017.



Untuk acara ini di pagi harinya gw sudah janjian bareng Wildan dan Imes, eh ternyata pas ketemu ada Mamacek dan Ilya, haloo

Representatif

Setelah itu barulah gw bener-bener fokus buat keliling di stand-stand representatif universitas LPDP. Berikut seluruh exhibitors yang ikut serta dalam LPDP Edufair 2017 ini.

Dikarenakan gw memang dari awal fokus ke universitas di UK dengan jurusan seputar Data Science, gw mendatangi universitas yang masuk dalam list gw. Dari seluruh stand univ UK yang gw datangi, gw bisa menyimpulkan rata-rata persyaratan mereka sebagai berikut

  • IELTS minimal 7
  • GPA 3.3
  • Transkrip Nilai
  • Ijazah

Ini rata-rata ya, tentu ada yang beda, masih banyak juga yang IELTSnya butuh 6.5, namun inilah list yang paling aman, jadi kalau sudah lewat seluruh syarat diatas, seharusnya untuk apply sendiri (bukan dari LPDP ya) ini sudah bisa diproses dan memenuhi kriteria.

University of Warwick

Dari semua yg gw datangi, yang masuk dalam top 5 list gw dan standnya ada disana adalah University of Warwick. Disana gw lumayan cukup detail tanya-tanyanya, dan ternyata, pun belum punya IELTS kitapun sudah bisa daftar, tapi konsekuensinya nanti pas penerimaan paling dapatnya yang conditional offer. Di saat itu nanti kita bisa lengkapi IELTSnya menyusul, tapi itu kita sudah diterima. Namun, untuk diketahui, lebih baik kalau kita apply duluan apalagi memang untuk digandeng dengan LPDP sebaiknya cari yang murni unconditional offer, kenapanya dijelasin dibawah.

Ngobrol dengan Awardee

Sesi berikutnya, pas gw ketemu Ivan, dia lagi ngobrol sama Awardee (Sebutan untuk peserta yang keterima LPDP). Beliau cerita sudah dapat S2 di UI dari LPDP. Dari cerita dia, gw dapat menyimpulkan yaitu pertama, kapan LPDP akan dibuka lagi itu belum ada yang tahu, nanti aturannya seperti apa juga belum ada yang tahu. Jadi ditunggu saja dan pantau terus aja.

Kedua, berkaca dari pengalaman dia, dia bilang LPDP akan sangat membuka jalan untuk peserta yang punya unconditional offer. Jadi kalau masih dapet yang with conditional itu tetap sama seperti orang yang belum dapat apa-apa. Lalu untuk essay, pas jaman dia, dia disuruh nulis tentang

  1. Kontribusi untuk negeri
  2. Rencana studi
  3. Apa yang sudah dan akan dilakukan untuk negara

Lembaga Bahasa

Nah ini info terkait tentang dimana sih mau ambil kursus IELTS di Jakarta. Dari 2 stand yang gw datangi berikut informasinya , pertama untuk Lembaga Bahasa Universitas Indonesia itu infonya sama persis di link ini.

Nah kedua, itu ada dari UIG English, infonya kita bisa ambil intensif 2 minggu kursus IELTS dengan biaya IDR 4.500.000 , kalau sekalian dengan tes IELTSnya biaya menjadi IDR 6.000.000. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi 021-2950-1009. Lokasi ada di Grand Wijaya Center Kebayoran Baru, Trisakti, UMN, Gramedia World Emerald Bintaro, dan Jl. Hadidarsono 2 Jogjakarta. Seluruh pengajarnya native speaker, dan dari biaya tersebut kita mendapatkan buku IELTS juga. Fasilitasnya ada lab Bahasa yang bisa kita pakai untuk latihan listening.

Info Terakhir

Untuk informasi lebih lanjut dari universitas dibawah, bisa menghubungi mereka-mereka ini.


Terakhir banget,
Ada pameran pendidikan lagi khusus untuk UK