Padang, adalah salah satu dari 2 kota terfavorit gw pribadi untuk urusan kulinernya selain Manado. Selain terkenal dengan kulinernya, Padang dan daerah sekitarnya juga memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa. Kebetulan setelah turun dari Kerinci, gw dan 2 teman bisa menikmati keindahan kota Padang. Yuk mari kita bahas.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Perjalanan Kerinci-Padang ternyata sangat cepat, jam 3 subuh kami sampai di Kota Padang. Badan saat itu sudah terlalu lelah dan rasanya ingin istirahat yang bagus jadi kami langsung book kamar, dan tidur dengan nyenyak. Bangun jam 9, sarapan, mandi, checkout dan kami langsung memulai kegiatan hari itu dari jam 10 am.

1. Museum Adityawarman

Museum ini terletak di tengah kota, sangat mudah dicapai dengan transportasi online yang  menjamur disini. Biaya masuk juga sangat murah, seingat gw sekitar IDR 5.00o. Aktifitas disini ialah dapat melihat dan mengerti sejarah kebudayaan dan bagaimana keadaan masyarakat Padang dahulu.

Cerita tentang Atap Rumah Padang, Mengapa ada Runcingannya?

Nah disini kami ngobrol dengan orang lokal, beliau cerita tentang kenapa sih nama disini itu minangkabau. Tadinya kami pikir minangkabau itu  ada hubungan dengan adat pernikahan dimana untuk meminang sang calon maka si pihak laki-laki akan menggunakan persembahan kerbau. Ternyata, salah besar.

Minangkabau itu dari arti menang kerbau. Cerita awalnya dahulu kala ada kerajaan Minang disini dan kerajaan lain yaitu Majapahait yang sangat besar hendak menyerang Minang. Lalu sang Raja Minang mencari akal, dan coba mengajak berunding dahulu, ketika pihak Majapahit datang mereka disambut dengan para wanita yang cantik-cantik, dibuat senang, diberi makanan yang nikmat, sehingga mereka senang disambut seperti itu dan agak melupakan maksud perang ini.

Lalu raja Minang ngobrol lagi dan mengeluarkan ide yuk kita adu kerbau saja daripada berperang. Majapahit setuju. Waktu itu tidak ada perjanjian spek kerbau seperti apa atau aturannya seperti apa, pokoknya kerbau dilepas, dan mereka akan beradu sendiri, siapa yang bertahan dialah yang menang. Saat hari kompetisi, pihak Majapahit mengeluarkan kerbau paling kuat, gesit, dan besar. Nah ternyata raja Minang sengaja memilih anak kerbau kecil-kecil untuk berperang, sudah kecil, dibuat lapar pula, lalu sengaja di ujung tanduk ditambahkan balutan potongan besi runcing.

Di saat kompetisi berlangsung, kedua pihak mengeluarkan kerbaunya, kerbau Majapahit sangat kuat, namun ternyata dia tidak menyerang kerbau kecil itu, justru sebaliknya kerbau kecil ini berusaha mengejar kerbau besar, merasa dia induknya, berusaha untuk menyusu. Saat menyusu inilah kerbau Majapahit terluka karena tertusuk tanduk runcing tadi, kerbau besar mati dan jadilah pihak Minang sebagai sang pemenang.  

2. Oleh-Oleh Shirley

Lokasinya persis banget seberang museum, cukup jalan kaki saja pasti sampai disini. Keripik balado yang merah sama yang cabai hijau nya enak banget. Adalagi keripik balado yang rasa durian, sayang testernya habis jadi gw juga nggak coba. Rendang instant nya juga enak, cukup dengan microwave sebentara dan taraa, sudah jadi.

Untuk packaging jangan ragu lagi, disini sudah disiapkan kardus dengan strapper, jadi sudah aman kalau beli banyak nanti mereka akan bungkus dengan rapi. Jangan lupa tambah coretan pakai spidol yang besar pada kardus biar ntar keliatan pas ngambil di bagasi, gw jamin deh kalau dimasukin bagasi pesawat nanti pasti banyak banget kardus lain yang sama-sama mirip seperti ini. Daripada ketuker, mending dibuat pembeda yang terlihat jelas.

3. Lamun Ombak

Karena tulisan ini gw tulis setelah pulang dari Padang, kami bertiga sudah seratus persen bulat, mutlak, absolute kalau disinilah rumah makan terbaik dan terenak untuk dapat menyantap makanan Padang.

Kalau di ranking, yang paling enak itu rendangnya. Beneran gelap warnanya, dagingnya empuk, lalu ada bagian lemak yang sangat enak, rasa nya super-super dalam sekali, pokoknya restoran padang di Jakarta kalah telak sih, parah, enak banget. Terus selanjutnya ada jengkol keripik dan semur jengkol yang kayak dibumbu rendang, ini 2 makanan juga super enak yaa. Gw beneran bukan penikmat jengkol, tapi makan semur jengkol disini apalagi keripiknya berasa DAARR! Sekilas awal rasa seperti emping, lalu pelan-pelan rasa jengkolnya keluar, menendang, dan menusuk indra pengecap, enak!

Ayam pop nya juga alus banget rasanya, jangan lupa tambah bumbu sambelnya ya, ditambah nasi panas, udah deh meleleh banget di mulut, kami semua makan dengan perasaan sangat bahagia. Terus kami juga coba usus isi nya, sekilas, kirain itu torpedo haha, ternyata usus, rasanya juga enak, patut dicoba untuk yang penasaran dengan rasanya. Kami sudah makan banyak tapi bayarnya masih normal banget, kami bertiga habis sekitar IDR 256.000 makan kenyang, plus minum jus terong belanda dan kelapa yang enak juga.

Laper kuadrat
Rendang nya sih top banget
Keripik jengkol dahsyat
Bumbu rendang dimasak pakai jengkol ? Wajib coba nih
Ayam pop
Usus Isi

Rumah Menginap di AirBnB

Ini bonus part ya, kami menginap disini https://www.airbnb.com/rooms/12668451

Badan kan udah capek banget habis turun gunung, uda tidur di kasur yang bagus paginya pun masih terasa kurang, lalu kami siangnya setelah makan kenyang di Lamun Ombak lalu meluncur ke rumah ini, ternyata setelah sampai, wow! bener-bener diatas ekspektasi. Kasurnya besar bersih, ada TV besar dengan Indihome dan WiFi super kenceng. Fasilitas dapur pun lengkap bisa dipakai semua, ada bumbu-bumbu tambahan yang enak-enak. Fasilitas lengkap ada AC tengah, AC kamar, water heater, lemari es, mesin cuci, lengkap jemuran di atas yang langsung kena matahari, jadi cepet jemurnya. Harga per malam? Terjangkau banget. Hostnya pun sangat-sangat ramah. Terbaik sih, sangat-sangat gw rekomendasi buat kalian kesini ajak temen kalian nginap disini.

4. Pantai Air Manis

Naik Grab sekitar 20 menit lalu kami sampai di pantai ini, pantai yang konon katanya tempat cerita Malin Kundang berasal. Disini ada patung malin kundangnya juga, jadi ya bisa aja kalau mau foto-foto disini, tapi biasa saja sih sebenernya patungnya, itupun lokasinya di pojok, kasian patungnya banyak orang yang gaya fotonya malah menginjak kepala si malin. Kalau mau kesini nih enaknya sore, nikmati senja, lihat sunset, duduk di pinggir pesan kelapa muda, rasakan angin pantai, dan jangan lupa bersyukur bisa sampai disana dan masih diberi kesahatan. Oh ada banyak mobil ATV disini, kalau mau pesen langsung tembak aja 30ribu per jam. Terus ada es krim merk woles, buat seru-seruan boleh juga dipesan.

5. Sate Danguang-Danguang

Ini ceritanya lucu sih, setelah sunset di Pantai Air Manis, kita iseng nyoba jalan kaki ke Teluk Bayur, kalau kata warga lokal bisa jalan lewat jalur evakuasi, ternyata jalannya ada naik turunnya haha, kaki uda pegel kirain nggak ada lagi jalan kaki eh kena zonk. Jalan lumayan 30 menitan, keluar-keluar tiba-tiba pelabuhan, nyasar, nggak ada grab / gocar akhirnya nyetop angkot yg ke arah kota, bayar 5.000 kami persis turun di tempat Sate Danguang yang katanya terkenal.

Tempatnya disini : https://goo.gl/maps/K4UC944bEZA2

Tempatnya di sini, bukanya persis di depan hotel, dan inilah sate padang paling enak yang kita makan. Sate Mak Syukur yang asli di arah bukit tinggi lewat. Bumbunya yang juara, habis dimakan ada rasa hangat, dan bumbunya kuat banget. Apalagi sate danguang yang kita pesan yang campur, ada daging sapi, ayam, dan kerang. Nah yang juara yang kerang ini nih. Ini bentuknya tenda, tapi fix kami daulat jadi tempat sate padang terenak, kami kesini malam hari jam 7++, sepertinya kalau siang atau pagi hari belum buka.

Sekian dulu cerita hari pertama, hari keduanya akan gw lanjutkan besok.