Perusahaan IT saat ini dituntut untuk terus berinovasi. Setelah sukses menambah fitur videogram bisa 1 menit, dan meluncurkan Instagram Story, sekarang Instagram mengeluarkan fitur baru lagi, yaitu live!.

Untuk dapat menggunakan fitur live Instagram juga mudah sekali, cukup ke home dan tekan icon profile kita di kiri atas , dan disana akan ada pilihan

  • Live : Video yang disiarkan live dan akan hilang saat itu juga setelah broadcast selesai
  • Normal : Foto atau video yang akan hilang setelah 24 jam
  • Boomerang : Time lapse video yang diambil dari beberapa photo burst
  • Handsfree : Bisa tambah-tambahin sticker, coret-coret ke foto/video.

Teknologi Informasi

Gw akan coba melihat dari beberapa kacamata, pertama dari sisi teknologi, kemunculan fitur live ini tentu akan menambah intens pertukaran data dari si broadcaster ke server lalu diteruskan lagi ke seluruh viewer yang menyaksikan, karena semua harus bisa dilihat secara live, artinya penguatan server mutlak harus dilakukan. Ketika bicara satu dua viewer okelah, tapi bicara ribuan/jutaan viewer melihat langsung pasti infrastruktur server dan spesifikasinya sudah beda cerita sekali. Nggak kebayang sih ngurus data sebesar itu butuh infra seperti apa, dan kalau ini sukses semua orang senang dan berjalan lancar, dari sisi teknologi, Instagram sudah menancapkan kuku sangat dalam sebagai pioneer penyedia live broadcast. Eh apakah pioneer? Nggak juga, facebook kan sudah ada live video streaming, dan karena Instagram juga milik Facebook, fitur ini akan turun ke Instagram pun sudah gw prediksi sejak lama.

Dari sisi penyimpanan data, gw pikir setelah live berakhir masih akan ada durasi 24 jam untuk orang bisa lihat di story timeline, namun ternyata, langsung hilang seketika selesai. Wah. Langsung hemat data sekali, nggak perlu lagi simpan, nggak perlu upload segala. Langkah pintar mengingat pengguna Instagram pasti menggunakan mobile, dan nggak mungkin mau menunggu upload video live yang rata-rata pasti lebih panjang dibanding story.

Karakter Pengguna di Indonesia

Kedua, dari sisi karakter pengguna, terutama di Indonesia ya. Dengan fitur ini maka kemungkinan besar waktu yang dihabiskan orang untuk membuka Instagram akan lebih lama. Dengan harapan dan pikiran pingin tau habis ini siapa lagi ya yang live, dasarnya orang kita kan kepo. Impactnya, orang akan mendekatkan dengan yang jauh dan menjauhkan diri dari yang ada di sekitarnya. Sangat disayangkan kenapa fitur IT baru justru bisa mengarahkan ke karakter seperti itu, padahal interaksi sosial langsung itu masih jauh lebih penting.

Intinya, balik lagi ke diri masing-masing. Bisa nggak mengatur penggunaan media sosial di waktu dan tempat yang tepat. Kalau gw pribadi yah moga-moga makin nggak banyak ketemu orang yang mainan hp terus pas ketemu langsung.