Pertama kali lihat video ini....nggak percaya video ini beneran keluar dari timses no 2, maksudnya apa ya tim pemenangan Ahok ini, padahal ini sudah mendekati masa berakhir kampanye, sudah begitu bagus proses kampanye berjalan dimana tiap ada serangan selalu defense, selalu nerima, dan dibuktikan dengan kualitas debat yang baik dan program yg konkrit. Kampanye putaran kedua sudah berjalan cantik dimulai dari para istri calon petahana keluar ke public, ibu Vero buat Instagram yang meledak, lalu mereka sering muncul bersama di acara-acara televisi nasional, Ahok Djarot mulai lebih "muda" dengan ikut-ikutan Bottle Flip Challenge, buat Ahok Show, semuanya sudah baik sekali berjalan. Dan semua proses ini harus terganggu dengan hadirnya video ini.

Seharusnya, 11 detik pertama itu nggak perlu ada, nggak perlu memasukkan unsur demo dengan islamnya, bahkan dengan spanduk anti Cinanya. Akibatnya, seperti sekarang, setiap timses harus menjelaskan maksudnya apa, Djarot sendiri bilang memang itu kejadian real 98 kemarin, tapi di konteks seperti ini justru first impression orang akan lebih cepat nempel daripada harus dijelaskan dulu. Andai 11 detik itu nggak ada, nggak perlu ada penjelasan, dan pihak sebelah nggak akan membesar-besarkan. Sayang sekali, sepertinya video ini bisa menjadi blunder besar dan bisa mempengaruhi hasil pilkada DKI tahap 2 nanti ini.

Warga Puas Kinerja Ahok, tapi Pilih Anies

Ini yang menarik lagi, secara statistik Hasil Survey terbaru dari Median menunjukkan bahwa

  1. 46,1% responden melihat program Ahok paling bagus, vs 39,3% melihat program Anies lebih bagus
  2. 44,9% responden menilai Ahok mampu membenahi Jakarta, vs 40,9% menilai Anies yang mampu

Dari hasil diatas memang responden melihat Ahok lebih baik, namun kenyataannya ternyata pemilihnya lebih banyak memilih Anies. haha bisa ya ada anomali seperti itu. Anomali banget, kayak lu percaya satu orang ini bagus, berintegritas, mampu memberi solusi, mampu memimpin dengan yang baik, tapi justru lu pilih yang lain yang kapabilitasnya lebih diragukan. Bukti kuat dan nyata dimana emosional sudah mengalahkan rasional. Terbukti dari hasil survey ini ternyata elektabilitas Anies-Sandi sebesar 49,8%, sedangkan elektabilitas Ahok-Djarot 43,5%. Berarti ada 6,7% responden tidak menjawab, dan berarti juga hasil pilkada nanti kemungkinan besar akan ditentukan oleh swing voters yang masih belum yakin akan memilih siapa. Kesimpulannya, ditambh dengan video ini bisa saja menjauhkan 6,7% ini ke kubu sebelah. Sudah siap punya gubernur baru ? Semoga masih ada keajaiban. #guedua.