New Normal Untuk Bisnis Restoran

Jakarta dan sekitarnya sudah memasuki masa transisi setelah sekian lama Pembatasan Sosial Berskala Besar dijalankan. Dengan kondisi seperti itu, praktis restoran tutup, mall tutup, warung makan tutup, stall-stall makanan kecil, gerobak, coffee shop, penjual boba secara umum semuanya tutup. Masih ada juga kelompok bisnis ini yang pivoting menjadi online food delivery baik ready to cook, atau bahan mentah, drive thru, dan lain-lain namun dapat dipastikan pemasukan saat itu juga pun berkurang atau bahkan nol sehingga suka tidak suka pengurangan pegawai permanen atau sementara sudah dilakukan baik dengan cara yang benar diberi pesangon, maupun dengan cara ‘memaksa’ silahkan mengundurkan diri, tidak ada pesangon untuk anda. Berat untuk 2 sisi memang, baik bagi pegawai dan lebih berat lagi bagi pemilik bisnis, namun masa-masa itu sudah berlalu. PSBB akan berakhir, pemilik bisnis saat ini bersiap diri menghadapi new normal dengan menambahkan standar protokol kesehatan.

Kunci utama dalam pembukaan kembali restoran di masa transisi ini adalah protokol kesehatan yang wajib ditambah, disiapkan, dan disiplin serta konsisten untuk dijalankan. Bagi pembeli, dalam memilih akan makan dimana, tidak akan lagi hanya memikirkan rasa, harga, namun bagaimana protokol kesehatan dijalankan. Berikut hal-hal yang menurut pribadi saya harus dijalankan bagi pemilik bisnis dari sudut kacamata sebagai calon customer yang akan menentukan kemana restoran yang akan didatangi

Keseriusan protokol kesehatan dijalankan ini sangat baik bila sudah benar-benar terlihat mulai dari pintu depan restoran. Pegawai menggunakan masker full face dengan memeriksakan suhu setiap customer, lalu dipersilahkan untuk menunggu dengan jarak cukup antar orang yang sudah dipetakan pada lantai restoran, baik untuk jarak berdiri maupun duduk. Setelah dipersilahkan masuk, dan duduk juga sudah di batasi dengan jarak satu sama lain, bisa diberi jarak, atau bisa juga ditambahkan mika pembatas antar orang, yang tentu sudah diberi sekat kosong juga agar suara mengobrol satu sama lain bisa terdengar.

Bagi kebersihan alat makan pun sudah dijalankan dengan benar-benar merebus dengan air panas, cuci bersih sehingga benar-benar steril, petugas juga rajin membersihkan mika pembatas (bila menggunakan mika), dan disediakan disinfektan sprayer di tiap meja. Kemudian makanan pun disiapkan dan diantarkan ke customer, customer bisa makan dengan happy, aman, nyaman. Dan terakhir pembayaran lebih baik dilakukan dengan cashless seperti scan barcode sehingga transaksi bisa dilakukan dengan contactless.

Di beberapa post di sosial media sudah mulai keluar nih yang isinya pergi ke restoran, terus antar orang di meja dipasangkan mika, captionnya tertulis seperti mengunjungi orang di penjara, yap suka tidak suka memang new normal akan menjadi seperti itu, tinggal kita customer yang menyesuaikan dan mematuhi juga standar kesehatan bagi tiap orang seperti memakai masker terus menerus yang saya sangat setuju sekali diberi sanksi denda bagi yang tidak memakai, kemudian tidak bersin batuk sembarangan, sering cuci tangan dan lain-lain.

Untuk bisnis pengiriman makanan, baik sekali bila ojek online yang mengambil makanan juga di scan suhu nya berapa oleh pegawai restoran, tanya nama, dan ditanyakan apakah ada kendala kesehatan tidak. Packaging makanan juga diberi shield tambahan sehingga pembeli merasa ok makanan ini sudah cukup kita percaya ini bersih dan sehat.

Terakhir untuk drive thru bisa dilakukan, atau bisa juga seperti salah satu restoran Holycow di Tomang yang saya dan pacar datangi, mereka menyediakan pemesanan makanan di dalam mobil, cukup parkir di parkiran, petugas datang membawa menu, dan nanti makanan datang dengan shield plastik, alat makanan diantar, steak minta dipotong dadu, sehingga mudah dimakan di mobil dengan hati-hati ya biar nggak kotor, selesai makan lalu panggil pegawai yang membawa barcode juga, bayar scan barcode dari mobil, selesai. Simple dan pembeli pun cukup nyaman walaupun kami pun rindu juga ya makan di tempat yang benar tapi ya seperti itulah kondisi seperti ini, manusia memang harus selalu dituntut beradaptasi dengan lingkungan.

Semoga sehat selalu untuk kalian

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s