/ 201710

Rumah Bumi Sajoly, Tempat Menginap Nyaman di Bandung

Minggu lalu, tepatnya 15 Oktober 2017, teman waktu ngampus dulu sekaligus teman di kantor lama gw mengundang kami semua hadir di resepsi pernikahannya. Berlokasi di Bandung dekat Buah Batu. Setelah rembuk bareng, ada 11 orang yang confirm ikut, lalu sejak 2 minggu sebelumnya kami sudah borong tiket kereta api JKT-BDG-JKT, rencananya kami akan pergi sabtu pagi dan pulang minggu sore. Selama disana berhubung transportasi online sedang dilarang, jadi kami akan menggunakan taksi online Bluebird. Tempat menginap kami pesan dari Airbnb, dan ternyata diatas ekspektasi kami, tempatnya bagus!

Kereta Api Parahyangan

Kami memesan di Traveloka keberangkatan pukul 5 pagi menggunakan KA Parahyangan. Kebetulan ada promo sehingga kami memecah beberapa pesanan biar bisa dapat promo semua, per order berisi 4 orang. Dapatlah harga 600 ribu PP untuk 4 orang, berarti 1 orang PP IDR 150K.

Saat hari H , sejak jam 3.30 pagi semua yang bangun sudah saling berkabar, ada yang bahkan sebagian dari kami menginap di 1 tempat bareng biar bisa lebih dekat ke stasiun dan nggak kesiangan, ternyata terbukti ampuh! Jam 4.30 sudah bisa kumpul, tapi ternyata 1 dari kami masih di perjalanan menuju Gambir. Waktu itu tinggal gw dan Firman yang nungguin 1 sobat kita ini, yang lainnya kita persilahkan masuk duluan aja. Di jam 4.55 waktu kami telpon doi, baru sampai Senen ternyata. panik kita, gw sama Firman udah ngobrol "ini kalau nggak keburu kita ada plan B nggak, apa nebeng temen project sebelah yang bawa mobil bisa nggak ya." Untung Nia telpon buat titipin aja ke orang deket situ, ya akhirnya kita titipin tiket dan sedikit uang ke mas yang jaga stand kue mochi, lalu kita lari ke kereta. Setelah naruh barang, gw sama Nia uda berdiri samping pintu kereta, kepala keluar, sambil liat nungguin sobat kita ini. Mana ya..mana nih. Si Nia udah bolak balik bilang ke mas nya, "mas tungguin temen saya yaa, please tolong banget mas, tungguin ya" Hectic deh! Ternyata kata masnya, kalau boardingpass kereta sudah di scan dibawah, artinya pasti keretanya akan tunggu, nah masalahnya kita nggak tau nih si sobat uda scan tiket belum. Dan pas ting, saat kereta mau ditutup pintunya , muncul sosok doi lari masuk ke salah satu gerbong. Fiuh, pagi yang cukup hectic.

Bandung

Kereta on-time tiba di Stasiun Bandung pukul 8.30. Hari ini memang rencananya kami akan langsung ke tempat resepsi, namun akan dipecah timnya ada yang bawa barang ke rumah yang sudah kami pesan, dan ada yang langsung ke lokasi resepsi. Ternyata disini ada tempat resmi pangkalan taksi Bluebird, dan kami pesan 2 taksi van, mereka datang dan langsung ke tempat pangkalan ini yang lokasinya benar-benar di sebelah kanan lobby utama. Setelah taruh barang, kami semua dengan anak-anak project lainpun saling ketemu, banyak temen perjuangan dulu yang belum ketemu lagi akhirnya bisa ketemu lagi. Anw, happy wedding Rizcky, selamat menempuh hidup baru, semoga jadi keluarga yang saqinah, mawaddah, warrohmah, mendapatkan keturunan yang sholeh serta sholeha, diberikan rejeki yang berkah dan melimpah, serta selalu didalam lindungan serta kasih sayang Tuhan.

Rumah Bumi Sajoly

Nah ini rumah yang kami pesan dari Airbnb. Total harga yang kami bayar adalah 2.075.000 untuk 11 orang, jadi per orangnya 189.000 . Untuk fasilitas lengkap, tiap kamar ada AC dan kamar mandi, kasur juga enak dari Lady Americana, di tengahnya ada ruang bermain, dapur, air mineral dispenser, dapat sarapan pagi, dan parkir mobil hingga 2 buah. Tadinya kami mau kulineran, tapi melihat rumahnya seperti ini, jadi mager semua dan akhirnya kami pesan Go Food sambil menikmati rumah dan main board game bareng. Oiya biar dapat promo Airbnb untuk first order sekitar 300K bisa sign up lewat link berikut ya www.airbnb.com/c/aadiprana

Muter-Muter

Besok paginya setelah sarapan, beberapa dari kita muter-muter Bandung, untung Firman kuliah disini jadi tau jalur perangkotan, akhirnya kita muter ke Masjid Raya yang ada tempat lapangan hijau besar, lalu jalan kaki lagi sebelum lanjut angkot lagi ke Cisangkuy buat beli yoghurt.

Foto - foto

Sesi terakhir sebelum pulang, foto fotoo

“A journey is best measured in friends, rather than miles.”